Selasa, 05 April 2011

Setting DHCP server di FreeBSD

Setting DHCP server di FreeBSD

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) berguna untuk memudahkan pengaturan alamat ip pada jaringan. Dengan DHCP ini kita tidak perlu menyeting ip pada client, kita cukup setting dengan optain ip (ip otomatis). Dengan DHCP ini juga dapat menghilangkan kemungkinan adanya ip confik (kesamaan ip).

Langsung saja kita menuju ke Instalasi DHCP server. Saya akan menjelaskan cara instalasi melalui ports. untuk melakukan instalasi lewat port ini kita harus konek dengan internet. Pertama kita masuk ke /ust/ports/net/isc-dhcp3-server. Lalu ketiklah perintah berikut :

labjar# cd /usr/ports/net/isc-dhcp3-server/
labjar# make install

Setelah itu akan keluar configurasi untuk dhcp server, setting lah sesuai dengan keinginan anda, atau biarkan default. Setelah instalasi selesai, lalu kita configurasi file dhcpd.conf, pada/usr/local/etc/dhcpd.conf. Kita edit file tersebut sesuai dengan kebutuhan kita. berikut contoh file konfigurasi dhcpd.conf saya :

labjar# ee /usr/local/etc/dhcpd.conf
^[ (escape) menu ^y search prompt ^k delete line ^p prev li ^g prev page
^o ascii code ^x search ^l undelete line ^n next li ^v next page
^u end of file ^a begin of line ^w delete word ^b back 1 char
^t begin of file ^e end of line ^r restore word ^f forward 1 char
^c command ^d delete char ^j undelete char ^z next word
L: 1 C: 1 =====================================================================
ddns-update-style interim;
ignore client-updates;

subnet 10.1.9.0 netmask 255.255.255.224 {

#gateway
option routers 10.1.9.30;
option subnet-mask 255.255.255.224;
option domain-name-servers 202.134.0.155,203.130.201.196,202.134.1.10,202.134.0.20;
option time-offset -18000;

range dynamic-bootp 10.1.9.8 10.1.9.20;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;

host jaringan01 {
hardware ethernet 00:19:21:42:C4:56;
fixed-address 10.1.9.1;
}
host jaringan02 {
hardware ethernet 00:19:21:4E:67:7D;
fixed-address 10.1.9.2;
}
host jaringan03 {
hardware ethernet 00:19:21:66:02:A8;
fixed-address 10.1.9.3;
}
host jaringan04 {
hardware ethernet 00:1E:90:7D:6B:05;
fixed-address 10.1.9.4;
}
host jaringan05 {
hardware ethernet 00:15:58:9C:F6:5A;
fixed-address 10.1.9.5;
}

}

Jika sudah selesai lalu simpan dengan menekan esc lalu a 2 kali. Konfigurasi di atas merupakan default bawaan, yang telah saya edit ulang bagian :

  • subnet 10.1.9.0 netmask 255.255.255.224, yaitu untuk network dan netmask yang kita butuhkkan.
  • option routers 10.1.9.30, yaitu untuk setting default router untuk client.
  • option subnet-mask 255.255.255.224, subnet network.
  • option domain-name-servers 202.134.0.155, untuk mengatur DNS server pada client.
  • range dynamic-bootp 10.1.9.8 10.1.9.20, yaitu range untuk ip dhcp client.
  • host jaringan01 {
    hardware ethernet 00:19:21:42:C4:56;
    fixed-address 10.1.9.1;
    }
    Ini digunakan untuk memberi ip tetap pada client, jadi client dengan alamat mac sekian akan mendapat ip sekian. Walaupun ip 10.1.9.1 tidak masuk dalam range ip, tapi host jaringan01 akan tetap mendapatkan ip tersebut. Ini biasa digunakan pada sebuah lab, jagi tiap komputer akan mendapatkan ip tetap, yang akan memudahkan admin untuk mengecek jaringan. Untuk nama host kita bisa isi sebarang, tidak tergantung dari pada nama host dari komputer client, yang penting ada perbedaan antara host 1 dengan yang lainnya.

Selanjutnya kita edit /etc/rc.conf nya. Kita tambahkan opsi :

dhcpd_enable=”YES” //berjalan saat boot
dhcpd_ifaces=”rl0″ //interface yang menjalankan dhcp server yaitu rl0

Sekarang kita coba dhcp server dengan mengetikkan perintah :

labjar# /usr/local/etc/rc.d/isc-dhcpd start

DHCP server telah berjalan pada komputer anda. Sekarang anda bisa mencobanya dengan menyambungkan client pada interface rl0 (interface yang kita setting untuk dhcp), dan menyitting client untuk ip otomatis (optain ip). Demikian corat-coret dari saya, semoga bermanfaat.


SUMBER

1 komentar: